Showing posts with label Coretan. Show all posts
Showing posts with label Coretan. Show all posts

Saturday, 20 September 2014

saat kita kita menyalahkan orang lain, mungkinkah memang kita pihak yang benar?

tulisan ini saya dedikasikan untuk seorang sahabat disana, semoga Tuhan melembutkan hati yang sedang dalam amarah..

manusia dilahirkan dalam keadaan suci tanpa dosa. namun, seiring berjalannya waktu semua akan teerungkap kebenaran sebuah petuah bahwa tidak ada manusia yang dilahirkan dalam keadaan sempurna. manusia tidak pernah luput dari kesalahan yang terkadang membabi buta. manusia cenderung bersembunyi atau menyembunyikan tangan dari batu yang ia lemparkan. begitu juga saya. 

sering kali saya menyalahkan orang lain dalam sebuah permasalahan yang terjadi dalam kehidupan saya bersama mereka (orang lain). saya seringkali lupa berfikir bahwa ketika saya menyalahkan orang lain, mungkinkah saya memang berada di pihak yang benar? 

aah,, pertanyaan ini membuat saya begitu malu..
saya menemukan kenyataan yang menyatakan bahwa, sekalipun saya berada di pihak yang benar ketika mengklaim seseorang bersalah, sejatinya saya lebih bersalah karena yag saya lakukan tidak lain hanya menyalahkan. karena seharusnya saya bisa mengarahkan yang salah menjadi sesuatu yang benar agar tak kembali salah.
yang lebih memalukan lagi, saya merasa benar padahal saya lah orang yang bersalah.

dengan renungan ini saya sadar, setiap manusia berpotensi untuk menjadi yang bersalah. akan tetapi sebesar apapun kesalahan itu, tidak pantas rasanya dibayar dengan sebuah permusuhan.
persahabatan itu terlalu indah untuk dirubah menjadi permusuhan..








Albint_wita

seulas senyum darimu

senyum itu shadaqah..

begitulah sabda nabi beratus-ratus tahun yang lalu.
dalam perkembangannya senyum ternyata memang mampu meredam amarah yang membuncah dalam hati. wajah yang senantiasa tersenyum menandakan bahwa hatinya selalu berusaha berbahagia. saat dalam kondisi sedih, senyum akan mampu memperingan beban yang menimpa di pundak, tentunya dengan diiringi doa dan ikhtiyar. meyerahkan semua keputusan kepada Allah SWT.
ketika bertemu saudara, lalu menyapa dengan senyum, maka terpancar rona damai nan bahagia diantara keduanya. begitu pula saat melihat saudara berbahagia  lalu kita tersenyum untuknya, tergambarlah pesona indahnya persaudaraan..

senyum adalah ibadah kecil, tetapi besar manfaatnya.

Albint_wita

Saturday, 23 February 2013

Tidak Ada Istilah Mantan


                                                                                                                        Jember, 05 April 2012

Jika tuhan mengizinkan, biarlah kebaikanmu dimasa lalu tetap menjadi seulas senyum untuk hari ini dan selamanya…
Seulas senyum yang menghapus rasa bersalah satu sama lain, membunuh benci dan amarah, serta mengubur dendam dalam-dalam….
Tidak ada istilah “mantan” untuk sebuah pertemanan
Bagaimanapun aku dahulu dan kamu dahulu,,, bukanlah sebuah arti jika kita tahu hakikat makna dari kata “ maaf “ dan “ terima kasih “
Untuk itu tetaplah tersenyum seperti bagaimana aku selalu berusaha tersenyum..
Kita bertemu tidak ditakdirkan untuk berselisih
Tapi tuhan memberi kita waktu untuk mencari sebuah kepastian tentang bagaimana sebenarnya posisi kita  untuk satu sama lain, seberapa besar arti hidup kita untuk satu sama lain…
Dan inilah kita hari ini…
Bahwa sepertinya persahabatan itu jauh lebih indah bagi kita, dan bukan yang lain….
Kita jauh lebih mudah berkomunikasi sebagai teman, bukan lebih…
Kita jauh lebih sering hadir sebagai teman, bukan yang lain….
Dan kita jauh lebih baik sebagai teman, bukan kekasih…
Kini aku tau jawaban sebenarnya dari tiap doa-doaku untukmu di tiap malam-malamku dahulu….
Bahwa kita akan jauh lebih baik jika kita hidup sendiri-sendiri
Bahwa kita jauh lebih baik jika kita berada di jalan masing-masing…
Semoga Alloh selalu menunjukkan kita jalan-NYA yang lurus. Amiiin…